Suara Evan terdengar samar-samar, kepala Elyn benar-benar terasa sangat berat, walau tubuhnya sangat mendambakan ranjangnya yang empuk, tubuh Elyn itu pun hanya menuruti segala arahan dari Evan. Ketika Evan meletakkan sikat gigi yang sudah ada pasta giginya ke mulut Elyn. Bak robot yang sudah di program Elyn pun langsung menggerakkan pergelangan tangannya untuk menggosok giginya. Walau sesekali gerakan tangan Elyn terhenti, namun di saat Evan menggerakkan kembali lengan Elyn tersebut. Elyn pun kembali menyikat giginya. “Ya ampu, dia menggemaskan sekali.” Sesekali Evan tertawa melihat reaksi dari Elyn yang sangat mengantuk itu. Elyn yang mungkin saat ini tidak sadar dengan apa yang ia lakukan. Bahkan mata Elyn tertutup dengan tubuhnya yang terkadang terlihat akan tumbang. Begitu Elyn

