Tiba di Bandung, Qiana dibuat terkejut dengan wajah Elis yang sedikit lebam, meskipun Elis sudah beralasan jika itu jatuh, Qiana tahu Elis berbohong. "Ibu cerita sama Qian" bujuk Elis lagi. Elis menghela napas "jangan disini atuh, nanti ganggu Dio" Qiana mengangguk, mereka keluar kamar dan meninggalkan Dio sendiri yang tengah tidur. "Jadi, ibu kenapa?" Tanya Qiana setelah mereka duduk di ruang keluarga. Elis menghela napas "tadi siang, ada yang kesini. Nagih hutang" jawab Elis dengan wajah sendu. "Hutang?" Qiana hampir berteriak. Jelas, semua hutang sudah dia bayar lunas empat tahun lalu. Elis mengangguk lemah "iya neng, ayah kamu satu tahun lalu pinjem uang, terus ilang dan gak bayar, sekarang yang punya uang nagih ke kita" "Laki-laki itu masih hidup?! Aku kan udah bilang, kalau d

