Bab 31

1905 Kata

Ren sangat penasaran ke mana Rose membawa mereka pergi. Melihat wajah Ania yang semakin membiru, di dalam lubuk hati yang terdalam Ren sangat menginginkan kakaknya selamat. Sudah berapa kali kondisinya seperti ini, terluka, tidak sadarkan diri, sampai sekarat seperti sekarang. ‘Maafkan aku kak, aku hanya menyusahkan mu. Bahkan aku hampir membunuh mu, jika nanti terjadi sesuatu Kak aku akan segera menyusul saat itu juga dan aku akan memohon maaf walaupun kita sudah tidak ada di dunia ini’ Batin Ren putus asa. Matanya masih memerah sejak tadi tanpa mengeluarkan air mata. Sampai saat mereka di temukan oleh orang yang mungkin adalah pemilik bangunan bawah tanah ini. “Satu laki-laki dan dua perempuan yang satunya tidak sadarkan diri.” Ucap seorang wanita di belakang Ren. Ren tahu benda di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN