Sekarang aku berada di kamar pasien lagi. Setelah diskusi tadi, semua orang kembali ke tempat masing-masing. Tapi kali ini group lelaki ini memenuhi kamar dan membuat kamar yang sangat luas menjadi sempit. “Dari mana kita mendapatkan pasokan makanan?” Tanya ku ke arah Ren yang sejak tadi diam menatap punggung ku. Dia tersentak saat aku berbalik. “Entahlah,” Ada getaran dalam suaranya. Aku menghela nafas. “Sudahlah Ren, ini semua bukan salah mu Okey lupakan semua yang terjadi kemarin,” Ren memandang ku dengan sendu. Oh! Kenapa laki-laki ini begitu cengeng. “Tapi Kak kau terluka-” “Tapi aku sudah sembuh Ren, bahkan sekarang luka itu tidak ada!” Ucap ku mencoba mengembalikan Ren yang tangguh. Ren menatap ku tajam. “Kau tidak tahu An, aku melihat dengan mata kepala ku sendiri. Keadaan

