BAB 42

1050 Kata

“Ibu! Ibu mau kemana?” Ro Na terlihat tengah mengejar ibunya nyonya Bae yang terlihat masih terguncang atas kematian puteranya. Membawa senjata tajam yang biasa ia gunakan, wanita pertengahan lima puluhan itu terlihat menuju ke gerbang sambil menggumamkan nama Ko Ji sejak tadi. Ro Na tentu takut dengan kondisi ibunya tersebut. Dengan cepat ia mencegahnya ibunya pergi tapi berulang kali ia ditolak dengan keras oleh ibunya yang benar-benar tak bisa dikendalikan itu. “Ibu....jangan seperti ini buk. Kak Jaehyuk pasti sedih melihat ibu seperti ini.” “Jaehyuk anakku. Dia belum mati tapi dibunuh. Dia belum mati tapi kenapa anak malang itu dibunuh!” gumam nyonya Bae yang sudah berulang kali mengatakan hal yang sama sambil berjalan tertatih-tatih. Ro Na kembali mendekat, namun sabetan pisau m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN