So Ji terbelalak. Ia pun segera melepaskan diri lalu benar-benar pergi dari hadapan One. Pemuda itu pun hendak mengejarnya kembali tapi di dalam instingnya, ia kini tengah mendapatkan tekanan dari seseorang yang tak jauh darinya itu. Siapa lagi kalau bukan Ko Ji. Kakak dari orang yang dia taksir itu tengah menatapnya tajam sambil mengayunkan kedua belah pedangnya. Dan benar saja. Tanpa basa-basi Ko Ji langsung menyerang tanpa mau mendengarkan penjelasan dari One tersebut. Ko Ji tanpa jeda memberikan tebasan demi tebasan yang sayangnya dengan mudah untuk One hindari. Ko Ji menyerang bagian depan, tapi One terlihat terbang bagaikan kapas ke atas kepala Ko Ji yang tanpa pelindung itu. Ko Ji cepat berbalik. Pedang kanannya ditangkap oleh One juga dengan mudahnya. Darah yang mengalir dari t

