“Kakak!” Ko Ji diseret cukup jauh dari yang lainnya. Tubuhnya sulit digerakkan karena eratnya lilitan ular yang berada di tubuhnya itu. Ular tersebut terus bergerak meninggalkan tangga kemudian masuk ke sebuah aula. Tempat itu terlihat sudah porak poranda. Menyisakan seekor ular betina yang besar berkepala manusia. Wanita terlihat puas melihat apa yang bawahannya bawa. Ia terlihat menggeliat kemudian mendekati Ko Ji yang berpura-pura terlihat lemas. “Kau tampan. Tipe idealku,” ujarnya sambil mendesis. Tak lama, tubuhnya berubah menjadi manusia biasa. Tinggi, sexy juga cantik. Jika pria biasa yang melihatnya, mungkin tidak akan menyadari bahwa ia adalah manusia ular. “Apa yang akan kita lakukan dengan temannya?” tanya pria yang sepertinya adalah gundik dari wanita ular tersebut.

