Elnath memakai jaketnya sembari berjalan tergesa keluar kamar. Menuruni anak tangga dengan segera agar bisa mempersingkat waktu. Melihat Antares keluar dari dapur dan hendak menaiki tangga, sebisa mungkin Elnath menunjukkan dirinya seperti tidak sedang tergesa-gesa. Dari kejauhan, Antares sudah memicingkan matanya saat melihat Elnath keluar tengah malam seperti ini. Antares mendekati Elnath, menatap lekat kakanya itu yang hanya menggunakan celana pendek dan kaos yang dilengkapi oleh jaket berwarna hitam. “Kau mau kemana jam segini?” Antares menatap Elnath penuh selidik. “Um....itu........aku.......harus.......pergi.” Elnath menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Antares semakin dibuat curiga karena tidak biasanya Elnath bersikap tidak tenang seperti ini. Ketenangan Elnath memang sudah me

