Hari yang ditunggu pun datang. Hari ini Nuri sudah diperbolehkan pulang. Ia sudah bersiap-siap dengan dibantu oleh Ratih. Kemarin adalah hari yang membahagiakan untuk Nuri, Dokter Liam memberitahu kondisi Nuri yang semakin membaik. Hanya tinggal luka bekas jahitan di tangan kanannya yang masih harus menunggu kering. Harusnya nanti sore Nuri baru diperbolehkan pulang, namun atas permintaannya untuk segera pulang akhirnya Dokter Liam mengijinkan Nuri untuk pulang pagi itu setelah melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. “Ayo, kita pulang!” seru Nuri dengan senang. Ia mengepalkan tangan kirinya tinggi-tinggi ke udara. Ia senang akhirnya ia bisa pulang ke rumah setelah hampir satu minggu terkurung di rumah sakit. “Alhamdulillah ya, Nur. Hari ini kamu udah boleh pulang,” sahut Ratih, tangann

