Pagi itu, gadis berambut panjang yang selalu ia kuncir dua itu duduk termenung di bangku taman belakang. Bangku itu memang menjadi tempat favorit siapa saja di rumah itu. Duduk termenung sambil menikmati udara dingin dan semerbak wewangian yang menguar dari bunga-bunga yang bermekaran, membuat siapa saja betah berlama-lama duduk di sana. Gadis berambut panjang itu menghirup udara lumayan panjang, lalu mengembuskannya secara perlahan. Semarak bunga-bunga beraneka jenis dan warna yang bermekaran di setiap sudut taman menebarkan aroma wangi menyegarkan bagi yang menghirupnya. “Kamu yakin sama keputusan kamu ini, Tih?” tanya Nuri yang duduk di sebelahnya. Setelah mengantar Riri ke sekolah, Ratih mengajaknya berbicara di taman belakang pagi itu. Ratih menoleh pada gadis berhijab yang kini se

