Happy Reading ^_^ *** Pergumulan panas itu diakhiri dengan kedua tubuh yang menegang karena puncak kenikmatan, lalu perlahan-lahan melemah setelah ekstaksinya mereda. Argani Rahadyan dan Virsha Agatha saling memeluk dan mengecup sebagai penutup. Baru setelah itu keduanya memisahkan diri. Kini keduanya berbaring bersebelahan dengan arah mata yang masih tertuju pada langit-langit kamar tempat tinggal Virsha. Apartemen sederhana itu hanya seluas kamar Arga dan Lentera di rumah utama, tapi di sinilah Arga mengais kenikmatan. Bukan dengan sang istri tapi dengan selingkuhannya. Miris memang, tapi mau bagaimana lagi, ia juga punya kebutuhan, sedangkan Lentera sedang berhalangan. Dulu Lentera menjadi tempat penyaluran utama dan selalu menjadi yang utama. Sebrengsek-brengseknya Arga, ia tetap m

