Part 31

821 Kata

Lila menatap testpack di tangannya. Tangisnya tergugu memandang dua garis yang terpampang di sana. Ambar yang mendengar suara tangis Lila pun, mengetuk pintu dengan cemas. " Dek, buka pintunya." Pintu perlahan terbuka dan Lila menyeruak memeluk Ambar. Ambar meraih testpack di tangan Lila lalu tersenyum. " Jangan nangis, dia tahu lho kalau bundanya sedih." Lila menggelengkan kepala. " Aku bahagia, Mbak. Aku sudah lama menantikan ini. Aku berharap ini bukan mimpi." Mahesa dan Ardyan yang mendengar lirih tangis Lila bergegas menyusul. Memicingkan mata melihat kedua istri mereka berpelukan. " Ada apa?. Semua baik - baik saja kan?." Ambar hanya diam, tangan kanannya dia geser kebelakang. Ardyan meraih tangan Ambar yang terkepal, mengambil sesuatu dari tangan istrinya itu. Terkekeh saat me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN