Lila menatap testpack di tangannya. Tangisnya tergugu memandang dua garis yang terpampang di sana. Ambar yang mendengar suara tangis Lila pun, mengetuk pintu dengan cemas. " Dek, buka pintunya." Pintu perlahan terbuka dan Lila menyeruak memeluk Ambar. Ambar meraih testpack di tangan Lila lalu tersenyum. " Jangan nangis, dia tahu lho kalau bundanya sedih." Lila menggelengkan kepala. " Aku bahagia, Mbak. Aku sudah lama menantikan ini. Aku berharap ini bukan mimpi." Mahesa dan Ardyan yang mendengar lirih tangis Lila bergegas menyusul. Memicingkan mata melihat kedua istri mereka berpelukan. " Ada apa?. Semua baik - baik saja kan?." Ambar hanya diam, tangan kanannya dia geser kebelakang. Ardyan meraih tangan Ambar yang terkepal, mengambil sesuatu dari tangan istrinya itu. Terkekeh saat me

