Alaina merenung. Setelah berkutat dengan semua pikiran ruwetnya dan setumpuk masalah yang datangnya berjubel. Akhirnya kata ikhlas dan rela menggaung dengan apik di otaknya. Di dasar kepalanya yang paling dalam. Yang selalu rungsing jika itu berhubungan dengan Austin yang mulai berubah arah. Alaina hanya bergumam; tidak apa. Tidak masalah kalau Austin ingin berhenti sampai di sini. Tidak akan Alaina hentikan bila Austin akan menerima orang baru dan memulai segalanya dari nol. Tiidak apa-apa jika kehadiran Alaina yang selama ini akan hilang secara perlahan. Karena Alaina sudah cukup kuat untuk berdiri sendiri. Alaina sudah cukup tangguh untuk menjadi orangtua rangkap; mama sekaligus papa bagi Mikaela dan Michael. Meski di suatu hari yang akan datang, hadir gunjingan-gunjingan tak men

