Titik pergantian. Mau tidak mau aku harus mencoba memberanikan diri untuk membuka hati kembali. Meskipun belum kututup yang sebelumnya penuh berisi tentang kamu. Mau tidak mau aku harus mulai mencintai lagi. Entah mencintai seseorang yang baru, atau mencintai diriku sendiri terlebih dahulu. Aku ingin segera berada pada titik pergantian. Menukar segenggam mimpi yang lusuh dengan jantung baru yang segar dan mendamaikan. Berharap semoga kali ini tidak berakhir menjadi keruh dan menghitam. Tapi kalau kita siap mencintai, kita pun harus siap tersakiti, ‘kan? Sayangnya saat ini, aku belum sepenuhnya kembali utuh. Sesuatu di sudut hatiku masih terasa rapuh. Bukan untuk Rahee. William secara mendadak teringat akan cinta di masa lalunya yang telah tiada. Tolong jangan sebutkan namanya. Itu nam

