kanaya berjalan gontai menuju kantin, kedua temannya hari ini nadila dan sarah sama-sama tidak masuk kampus dengan alasan yang berbeda. sarah harus menghadiri pernikahan sepupunya di luar kota, sedangkan nadila ikut keluarganya untuk menghadiri pemakaman salah satu kerabatnya.
ketika sudah sampai di kantin, kanaya memilih outdoor untuk tempat duduknya. cuaca yang tidak terlalu cerah dan angin yang sekali-kali berhembus manja membuatnya memilih tempat itu. setelah memesan makan dan minumannya dia mulai sibuk memeriksa handphonennya dengan harapan ada sebuah pesan yang datang dari justin, namun kanaya harus menelan kekecewaan ketika mendapati tidak ada satupun pesan dari justin. kanaya heran sudah seminggu ini justin jarang memberinya kabar, bahkan justin juga tidak mengangkat panggilan darinya.
ini sudah berselang sebulan semenjak ancaman ayana yang ingin merebut justin darinya, dan semenjak hari itu hubungan dirinya dengan ayana mulai buruk, bahkan tidak ada tegur sapa di antara mereka walaupun tinggal seatap. ayana bahkan mulai berani membawa keluar masuk pria secara bergantian dari rumahnya.
dan paman dan tantenya juga menghilang entah kemana, kanaya sudah sering mencoba menghubungi nomor handphone pamannya namun tidak tersambung. terkadang kanaya jadi berprasangka buruk dengan keluarga pamannya ini, sebenarnya bagaimana keluarga pamannnya itu, karna sebelumnya kanaya sama sekali belum pernah pertemu dengan mereka.
tiba-tiba pelayan kantin datang membawa pesanannya yang membuat lamunan kanaya seketika buyar.
" makasi mas " ucap kanaya tersenyum, si mas kantin cuma mengangguk tersenyum dan berlalu pergi.
kanaya pun langsung mengisi perutnya yang dari tadi sudah keroncongan, entah memang dia yang lagi kelaparan atau makanan di kantin ini yang hari ini lagi enak, rasanya benar-benar nikmat di lidah kanaya dan seketika ludes tidak bersisa.
kanaya mengusap perutnya yang kekenyangan. dan berniat untuk membayar makanannya ketika tiba-tiba dari kejauhan dia melihat justin seperti berjalan tergesa-gesa dan tidak jauh di belakangnya ada seorang gadis yang sedang berusaha mengejarnya. kanaya mengerutkan keningnya heran.
" siapa gadis itu ?!" batin kanaya penasaran, dan tampa berpikir panjang kanaya langsung membayar makanannya dan ikut berlari ke arah justi dan gadis itu menghilang.
rasa penasaran yang begitu besar menyuruh kanaya terus mengikuti mereka. dan jari jauh terlihat justin seperti sedang berdebat denan gadis itu, tapi kanaya tidak bisa melihat dengan jelas siapa gadis yang sedang mencoba mengenggam tangan justin itu karna terhalang tembok.
" apa sebenarnya yang sedang mereka perdebatkan ??" disaat kanaya sedang sibuk dengan pikirannya, ternyata mereka sudah menjauh lagi dan kali ini masuk ke ruang olah raga.
kanaya langsung mengikutinya lagi, dan ketika sampai di ruang itu kanaya dengan pelan mencoba mengendap-ngendap mencari keberadaan justin dan gadis tadi. dan...
" ayana ???!" mata kanaya terbelalak terkejut, gadis yang dari tadi sedang bersama justin ternyata ayana
" bagaimana bisa..." gumam kanaya dengan suara tercekat, kanaya memperhatikan penampilan ayana yang berubah drastis, ayana yang biasanya terkesan sedikit tomboy kini menjelma menjadi sosok gadis feminim yang cantik.
kanaya cepat-cepat menghilangkan keterkejutannya dan berjalan lebih mendekati agar bis mendengar apa yang sedang di perdebatkan mereka dari tadi.
" berapa kali lagi aku harus bilang ayana, aku tidak menyukai kamu " hardik justin mulai emosi
" nggak..nggak mungkin..kita sudah melaluinya selama seminggu ini dengan baik, aku yakin kamu juga pasti punya rasa yang sama dengan ku " bantah ayana dengan berlinang air mata
deggh
suara jantung kanaya berdetak kencang..
" apa ini, apa yang dilalui mereka selama seminggu ini, apa justin dan ayana bersama selama seminggu ini ??!" batin kanaya sakit
kanaya berusaha menahan tubuhnya yang tiba-tiba terasa lemas.
" hentikan ayana, kamu salah paham " potong justin keras
" tidak..aku tau kamu juga menginginkanku, bahkan kamu juga sengaja mengubah penampilanku menjadi lebih menarik, dan semua perhatian yang kamu berikan selama ini..bukankah itu namanya cinta ??!" teriak ayana mulai histeris
kanaya masih mematung di tempatnya, hatinya sakit sekali serasa ditusuk oleh ribuan jarum seketika. kanaya sangat mempercayai justin selama dan tidak pernah terpikir olehnya kalau justin akan mengkhianatinya.
" aku cuma ikut permainan mu ayana, kamu yang memintaku untuk berpura-pura menjasambil di pacarmu selama seminggu, agar orang tuamu tidak menjodohkanmu dengan orang lain.. cuma itu nggak lebih "
" apa lagi ini..?! " batin kanaya, kepalanya benar-benar pusing sekarang, air matanya mengalir deras menahan luka
" sandiwara ini berakhir sekarang, aku tidak mau lagi terlibat denganmu, dalam hidupku aku cuma mencintai kanayaku seorang, bukan kamu ataupun wanita lain " ujar justin sambil berbalik untuk meninggalkan ayana yang masih menangis
flashback on
seminggu sebelumnya...
ayana menelpon justin menangis terisak-isak dan meminta bertemu dengannya
" apa yang terjadi, kenapa kamu menangis?" tanya justin khawatir ketika mereka bertemu
" kak justin, kakak harus bantu aku " jawab ayana sambil menangis
" katakan ada apa ?" tanya justin lagi cemas
ayana menyeka air matanya dengan tanggannya
" orang tuaku..mereka memaksaku menikah dengan pria yang bahkan usianya jauh lebih tua dari papaku dan mereka mengancam akan membunuhku kalau aku sampai menolaknya " jawab ayana mulai menangis lagi
justin terkesiap tidak percaya mendengar apa yang dikatakan ayana, bagaimana bisa orang tua ayana melakukan itu pada putri semata wayangnya, bahkan akan membunuhnya..jaman sekarang masih ada orangtua yang suka menjodoh-jodohkan anaknya. batin justin heran
" aku mohon kak..tolong aku, aku tidak mau menikah dengan pria itu " hiba ayana memeluk justin dan menangis sesunggukan di d**a bidang pria tampan itu.
justin yang tidak tega melihat penderitaan ayana juga ikut membalas pelukan ayana mencoba memberinya kekuatan.
" tenanglah..semuanya pasti akan baik-baik saja " hibur justin lembut sambil mengusap-usap rambut ayana, hatinya kasian melihat nasib ayana yang menyedihkan seperti ini
ayana melepaskan pelukannya, dan menatap justin sendu
" kak..." panggil ayana sendu
" iya " justin juga ikut menatap gadis itu, menunggu apa yang ingin dikatakannya.
ayana menaris nafas dalam-dalam dan..
" jadilah pacarku "
justin terkejut mendengar permintaan ayana yang tidak masuk akal itu, dirinya refleks mundur menjauh dari ayana. namun ayana langsung memeluknya lagi dengan suara terisak
" aku mohon kak..jadilah pacarku selama seminggu ini, untuk menyakinkan orang tuaku saja, nanti setelah mereka kembali keluar negeri kita bisa kembali seperti biasa lagi" mohon ayana
justin terdiam, pikirannya langsung melayang pada kanaya. gadis yang dicintainya itu pasti hancur jika tau dirinya menjalin hubungan dengan ayana, padahal selama ini kanaya sudah mewanti-wanti dirinya untuk menjauhi ayana.
justin melepaskan pelukan ayana dari tubuhnya
" tidak ayana, aku tidak bisa melakukan ini..maaf kamu cari orang lain saja " ujar justin
namun ayana tidak menyerah begitu saja
" kak cuma kamu laki-laki yang dekat denganku saat ini, aku mohon bantu aku " ujar ayana bersimpuh di kaki justi
justin tidak menyahutnya, hatinya sedang berkecemuk hebat..dia tidak ingin melukai hati kanaya, tapi dia juga tidak membiarkan ayana dijodohkan dengan pria tua itu. selama ini dirinya sudah menganggap ayana seperti adiknya sendiri, dia tulus menyayangi ayana.
" kak.."panggil ayana menyadarkan justin
justin mengusap wajahnya dengan kasar, matanya menatap tajam ayana yang masih bersimpuh.
" baiklah aku setuju, tapi dengan syarat..kanaya tidak boleh tau masalah ini " jawab justin datar
begitu mendengar perkataan justin ayana langsung bangkit dan menghambur memeluk justin bahagia.
" makasi kak..makasi..kakak sudah menyelamatkan hidupku " ujar ayana memeluk justin erat, namun justin sama sekali tidak membalas pelukan ayana, dirinya masih sibuk dengan pikirannya.
dan semenjak itu justin resmi menjadi pacar bohongannya ayana, dan saat itu ayana meminta agar justin juga berhenti menghubungi kanaya selama seminggu hubungan mereka dengan alasan agar orang tuanya tidak curiga dan kanaya juga tidak membuka rahasia mereka di depan orangtuanya ayana, dan karna alasan itulah dengan berat hati justin menyetujuinya.
flashback off
" lalu bagaimana dengan malam itu, malam kamu mengambil harta berhargaku..bukankan kamu sangat menginginkanku malam itu ??! " teriak ayana keras bersamaan justin menghentikan langkahnya
" sayang..." justin terkejut setengah mati ketika melihat siapa yang sedang berdiri mematung didepannya saat ini.
kanaya tidak menjawab, dirinya masih shok dan tubuhnya bergetar mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh ayana.
" sayang.." panggil justin panik memeluk kanaya, tapi kanaya tidak bergeming, cuma air mata yang terus bercucuran di pipinya.
ayana yang melihat kehadiran kanaya langsung tersenyum puas, rencana yang telah ia susun matang-matang selama ini berakhir mememuaskan.ya...rencana untuk menghancurkan hubungan kanaya dengan justin. bahkan dia sampai harus membayar orang untuk menjadi orangtua bohongannya dan orang yang memata-matai justin agar tidak berhubungan dengan kanaya, karna itulah justin menghindari dan mendiamkan kanaya selama seminggu terakhir.
justin masih berusaha memanggil-manggil kanaya, wajahnya terlihat sangat panik dan ketakutan.
ayana yang melihat kepanikan justin berusaha untuk memperburuk keadaan
" kanaya maaf...aku tidak bermaksud..." belum selesai ayana bicara justin langsung menghardiknya marah
" AYANA..HENTIKAANNN !!!!!" bentak justin marah, ingin rasanya justin menampar gadis itu saat ini
" tapi.. aku hanya.."
" PERGIIIII " justin sudah tidak bisa lagi menahann emosinya, wajahnya merah padam.
ayana bergetar ketakutan melihat tatapan justin yang seakan ingin membunuhnya, dia langsung bergegas keluar dari ruangan itu. dan sesampainya diluar sebuah senyum licik mengembang di bibirnya.
" sebentar lagi..hubungan kalian pasti berakhir, rasain kamu kanaya " batin ayana
sementara itu, kanaya menangis histeris memukul-mukul justin. hatinya hancur ketika mendengar apa yang baru saja dikatakan ayana. laki-laki yang dicintainya itu sudah tidur dengan sepupunya sendiri, seluruh dunia seakan hancur menimpanya.
justin membeku cuma diam membiarkan kanaya melepaskan kemarahannya, semua ini salahnya yang telah membiarkan ayana menghancurkan hubungan mereka.
tiba-tiba kanaya terdiam, matanya yang sembab menatap justin
" kenapa.." tanya kanaya lemah
justin tidak menjawab, dia mencoba meraih tubuh kanaya..
" ke...ke..kenapa " tanya kanaya lagi mulai terbata-bata kecewa menahan sesak di dadanya.
justin mengeleng sambil memeluk kanaya, lidahnya tiba-tiba kelu tidak bisa bersuara. dia sudah melakukan kesalahan terbesar yang tidak akan bisa dimaafkan oleh kanaya.
dengan tenaganya yang masih tersisa kanaya berusaha melepaskan pelukan justin, namun justin semakin mempererat pelukannya. kanaya kembali menangis, hatinya sangat sakit, seluruh persendiannya terasa lemas. tidak pernah terbayangkan dalam hidupnya hubungannya akan berakhir seperti ini. laki-laki yang sangat ia cintai yang menjadi sandaran hidupnya selama ini telah m*****i cinta sucinya, menghancurkan kepercayaannya, melukai relung hatinya yang paling dalam.
" maafkan aku sayang..maafkan aku " bisik justin parau, air matanya meluncur deras tidak bisa menahan luka yang tampa sengaja ia lakukan.
" lepaskan aku " pinta kanaya lemah
" tidak..aku tidak akan pernah melepaskanmu " jawab justin ketakutan.
kanaya makin terisak, hatinya sangat marah dan terluka sekaligus sedih bercampur jadi satu.
" sayang..kamu boleh membenciku, tapi aku mohon jangan tinggalkan aku, aku tidak bisa hidup tanpamu " suara parau justin begitu menyayat hati kanaya, di saat hatinya begitu membencinya di saat yang bersamaan pula ia ingin mendekapnya erat, cintanya terlalu besar pada pria yang sedang menangis memeluknya ini.
tapi kanaya tidak ingin cinta melemahkannya saat ini, ia menyapu air matanya dan berusaha tersenyum.
" maaf justin, aku tidak bisa melanjutkan hubungan dengan orang yang ku benci " ucap kanaya pilu yang membuat justin tiba-tiba seperti dihempas ke jurang yang dalam. dan setelah mengatakan itu kanaya langsung pergi meninggalkan justin sendirian.
justin terduduk lemah tertegun di lantai, matanya tiba-tiba berkunang, perlahan justin merebahkan tubuhnya di lantai.
" ini tidak nyata, aku pasti lagi mimpi, kanayaku tidak mungkin meninggalkanku " bisik justin dengan mata terpejam, air mata mengalir di sudut matanya
" kanaya.." panggil justin lemah, tangannya mengenggam dadanya, dibawah sana terasa sangat sakit. tubuh justin bergetar hebat, dia mengigit bibirnya sampai berdarah..menahan tangis sekaligus luka yang sedang menghimpitnya.
ceklek !!!
suara pintu yang tiba-tiba terbuka membuat justin membuka matanya dan menoleh ke asal suara itu..
" nay..kamu kembali ??"tanya justin penuh harap, matanya yang berkunang-kunang tidak bisa melihat dengan jelas, dia pikir kanaya kembali untuk menemuinya.
" justin..justin..bangun.." panggil andre panik mengangkat kepala justin kepangkuannya( andre adalah teman baik justin ). andre sebenarnya tadi tidak sengaja lewat dan melihat kanaya sedang menangis bersandar di pintu ruangan tersebut. andre yang khawatir melihat kekasih sahabatnya itu menangis langsung menghampiri kanaya.
" kanaya.." panggil andre hati-hati
kanaya terkejut ketika melihat andre yang tiba-tiba sudah ada di sampingnya
" kamu kenapa..." tanya andre khawatir
kanaya mengeleng lemah, ia berusaha menahan tangisnya dengan menghapus air mata yang terus menerus mengalir.
" justin...justin ada di dalam, tolong temui dia " pinta kanaya terbata sambil menunjuk ke dalam ruangan itu.
andre heran tidak mengerti dengan sikap kanaya, tidak biasanya kanaya menangis seperti ini.
" apa terjadi sesuatu sama justin ?!" tanya andre lagi
" tolong jaga justin untukku.." pinta kanaya berusaha tersenyum, setelah itu dia pergi meninggalkan andre tanpa menoleh lagi.
kembali lagi ke justin....
justin tidak menjawab, matanya menatap nanar wajah sahabatnya.
" kanayaku pergi.." ucapnya lirih seiring kesadarannya yang menghilang. justin pingsan di pangkuan andre.