BAB 27

1335 Kata

Setelah kepulangan mereka dari berbelanja Aldric membawa masuk belanjaannya di dapur. Setelah itu ia pergi ke kamarnya dan meletakan putranya yang tertidur pulas. Tapi tak ada 5 detik anaknya bangun dan menangis. Aldric pun menggendongnya kembali. Putranya kembali tenang. Aldric mendesah, Sena yang baru saja masuk ke kamar, memperhatikannya. Ketika ia melakukan hal serupa seperti yang dilakukan Aldric tadi putranya ikut menangis. Alhasil Sena terpaksa menggendongnya. Aldric melihat cara Sena. Istrinya itu sedang menepuk-nepuk punggung putranya. Tak lama ponsel Aldric berdering. Aldric menjawabnya. Dari mamanya. Aldric menunjukan wajah anaknya yang sedang tertidur. Mamanya tersenyum melihatnya. Kedua cucunya terlihat sangat menggemaskan. Tak lama Mamanya pun mematikannya. Aldric menaruh h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN