BAB 42

1722 Kata

“Sen, aku keluar dulu ya sama Reza.” Pamit Aldric kepada Sena. “Aku pulang malem, jadi nggak usah ditungguin.” Tambanya sembari mencoba cookis coklat yang dibuat Sena. “Mau kemana sih?” “Rahasia.” Jawab Aldric. Aldric mencium kening Sena lalu melangkah pergi. Tapi langkahnya berhenti ketika putra bungsunya menghadang jalannya. Anak kecil itu tersenyum melihat Aldric lalu berlari menerjang memeluk Aldric erat. “Papa mau pelgi?” Tanya Elias. “Enggak.” “Yas itut ya.” ucapnya Cadel. “Enggak. Papa nggak mau pergi. Papa mau ke kamar tidur.” “Talo itu, Yas leh minjem handphone papa?” Tanyanya lagi. “Baterainya abis.” Jawab Aldric. Aldric menatap Sena. Meminta tolong kepada istrinya itu agar membawa putranya pergi. Ia sudah ditunggu teman-temannya. “Kak Aldric ... Mbak Sena!” Teria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN