BAB 32

983 Kata

Hari sidang Aldric dimulai. Sena berdoa untuk Aldric agar Aldric lancar selama didalam sana. Tak lama teman-temannya datang dengan membawa buket Bunga. Ada juga yang membawa Coklat untuk Aldric. Sena tersenyum melihatnya. Setelah satu jam Aldric pun keluar dengan senyum lebar. Ia langsung memeluk Sena erat dan mencium keningnya dan kedua putranya. Teman-temannya memberikan selamat. “Jamnya nggak lo kasih?” Tanya Ryan dengan berbisik. “Why?” “Nggak deh. Gue malu.” “Astaga Sena ... Tch. Terserah lo deh! Lo udah susah payah buat. Tch .. Terserah deh terserah. Ga ngerti lagi gua.” Beberapa hari setelah itu, Sena melihat pengumuman dari kampusnya. Ternyata Jadwal Wisuda Aldric sama dengan Sena. Sena mengirimkan pesan ke Gea dan Caca. Ia bertanya kapan kedua sahabatnya wisuda. Melihat ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN