Bagai langit tak berwarna Memantulkan kelam atau terang Entah itu abu abu yang kau anggap hitam terang atau putih yang gelap Jiwa memiliki bayangan Yang tak bisa disentuh selain dengan rasa Dan tak berwarna selain dengan cinta Ghea menatap wajahnya di cermin, tak terasa, ini sudah 1 bulan ia berada di pulau itu. Ia mulai mengerti bagaimana sikap Bian sebenarnya, Bian akan sangat baik jika ia menurut dan Bian bisa juga begitu kasar jika ia membantah. Sama seperti hari hari sebelumnya, Ghea menatap lebam di pipinya akibat dilempar asbak semalam. " Ghea, kau di mana?" Tanya Bian membuat Ghea bergegas mengusap air mata. Seperti biasa, setiap pagi Bian akan selalu mencarinya. Mungkin Bian takut, Ghea pergi atau menghilang. " Aku di sini, aku memasakkan sarapan pagi untukmu." Sahut Ghea

