Seperti air yang berpusar di muaranya. Semakin hari, Ghea harus semakin menguatkan hati. Cobaan di kantor, teman teman yang tidak menyukainya, hubungan Noah dan Clara, semuanya membuat kepalanya pusing. Terkadang, Ghea muak dengan perannya sebagai istri gelap. Yang hanya menjadi bayang bayang kesempurnaan Clara saja. Harus berapa kali Ghea meyakinkan Noah kalau dirinya sama sekali tidak bersalah atas kematian tante Kirana. Beruntung, Juan dan Bian selalu membelanya, walaupun mereka berdua juga terkadang seperti anjing dan kucing. " Ini agenda siang ini tuan." Tutur Ghea dengan wajah pucat siang itu. Noah mengambil jurnal dari tangan Ghea, tapi.. Hangat? Kenapa tangannya hangat? - Batin Noah Benar saja, wajah Ghea terlihat sangat pucat. Ingin rasanya Noah menanyakan keadaannya tapi gengs

