Black Tears

2568 Kata

" Hai cantik! Sendirian saja nih? Boleh kami temani gak?" Ghea melangkah gontai tanpa alas kaki di sisi jalan pagi itu, tatapannya kosong dan wajah cantiknya benar benar pucat. Ia tidak merespon sapaan para lelaki buaya darat yang mencoba merayu dan mencolek lengannya. Seakan jiwanya sudah tidak perduli lagi Lagi pula aku sudah kotor, apa gunanya aku menjaga harga diri- Batinnya " Wah, gak merespon nih! Boleh dong jalan sama kita kita? Ya gak? Hahaha!" Tawa mereka mengerubungi Ghea. Sebelum... Deg Ghea menghentikan langkah. Seseorang tiba tiba menyelimuti tubuhnya yang hanya berbalut gaun tidur dengan jas. Beberapa pria nakal yang mencoba mengganggunya beringsut mundur. Ghea menatap sosok itu nanar, pemuda itu bahkan melepaskan sepatunya agar kaki Ghea tidak terluka oleh aspal " And

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN