Tak ada suara di ruang makan itu, bahkan desahan napas pun tak terdengar seolah tiga orang yang berada di sans sedang menahan napas mereka. Kenyataannya memang demikian, meskipun hanya satu orang saja yang melakukannya, yakni putri tunggal keluarga Mars, crystal Mars. Sementara kedua orang tuanya, terutama Sang Ayah, bernapas seperti biasanya. Edmund Mars terlalu pandai menyembunyikan suara desah napasnya, begitu juga dengan Astrid Mars, dia pun melakukan hal yang sama dengan suaminya. Meskipun sedikit gugup, tapi Astrid dapat mengendalikan diri dengan baik. Sebenarnya, Astrid tidak mengetahui apa yang ingin dibicarakan oleh suaminya. Sebab itu dia mendengarkan baik-baik apa yang dikatakan oleh kepala keluarga Mars tersebut. "Maafkan Papa karena harus mengorbankanmu demi keselamatan pend

