= MAKAN SIANG =

1441 Kata
Kiara baru saja terbangun dari tidurnya, ia beranjak duduk sambil mengucek – ucek matanya. Dia melamun sebentar memikirkan apa yang terjadi antara dirinya dan Fahrial tadi malam. Dia cukup cemas karena takut hari ini Fahrial kembali mengulas lagi tentang perceraian.  " Argghh! " Kiara kesal sendiri memikirkan hal tersebut, ia menoleh ke sebelahnya melihat sudah tidak ada Fahrial, ia tahu pasti lelaki itu sudah berangkat kerja dan ketika Kiara menoleh ke arah meja di samping tempat tidur, ia melihat terdapat sarapan seperti yang waktu itu Fahrial buatkan untuknya.   Kiara tidak terfokus pada roti selai tetapi pandangannya tertuju ke arah stiker label yang menempel pada gelas suusu. Kiara mencabut label tersebut dari gelas, lalu dia baca kalimat yang Fahrial tulis.   ‘ Sorry, Kiara. ‘   Saat membaca tulisan tersebut, Kiara berfikiran bahwa Fahrial sudah tidak marah lagi kepadanya dan beranggapan kalau suaminya itu tidak akan menceraikannya.   “ Semoga aja Fahrial tidak benar – benar menuruti keinginan gue untuk bercerai dengannya. “ Tutur Kiara, tangannya bergerak mengambil piring yang terdapat roti. “ Bisa jadi geembel gue kalau cerai dari dia saat ini karena belum punya banyak tabungan. “ Ungkap Kiara, ia melahap roti isi selai cokelat buatan Fahrial.   Di saat lagi menikmati makanan, tiba – tiba saja ada telepon masuk dari nomor tidak di kenal. Awalnya Kiara bingung dari siapa panggilan tersebut, tapi akhirnya Kiara memutuskan untuk mengangkatnya karena penasaran.   “ Hallo? “   ‘ Hai, Kiara? ‘   Kiara terdiam selama beberapa detik.   ‘ Ini aku, Beckham. ‘   Sontak raut wajah Kiara berubah ceria. “ Be—Beckham? “   ‘ Iya, jangan lupa di simpan ya nomorku. ‘   “ Iya, pasti akan aku simpan. “ Jawab Kiara.   ‘ Kia, hari ini kamu sibuk gak? ‘   “ E—enggak, kok. Sama sekali tidak sibuk. Emang kenapa?  “   ‘ Makan siang di luar mau gak? ‘   “ Sama kamu? “ tanya Kiara untuk memastikan.   ‘ Iya, dong. Kirim aja alamat rumah kamu, nanti biar aku jemput. ‘   Kiara mendadak bingung ingin memberikan alamat rumah ini atau tidak, tapi jika dia memberitahu, Kiara takut kalau seandainya jika Beckham sudah mengetahui tempat tinggalnya dan lelaki itu datang ke rumah ini secara tiba – tiba di saat ada Fahrial, maka sudah pasti akan menjadi sebuah masalah dan memperkeruh keadaan serta Kiara tidak bisa dekat dengan lagi Beckham.   ‘ Kiara, kok diem aja? ‘   “ Kamu gak usah jemput aku. Kita langsung ketemuan aja di tempat makan yang ingin kita datangi. “ Balas Kiara.   ‘ Oh, yaudah kalau begitu. Aku kirim alamat restaurannya ya. ‘   “ Oke, Beckham. See you! “   Panggilan pun terputus.   Kiara memeluk ponselnya sambil senyam – senyum, ia tak sabar bertemu dengan Beckham. Menurut Kiara, lelaki itu sangat keren dan lebih menarik di banding Fahrial.   “ Lebih baik gue mandi! “ Kiara buru – buru turun dari kasur. ** Kiara sudah berada di depan sebuah restauran sesuai dengan alamat yang Beckham kirimkan. Mata Kiara mengamati sekelilingnya mencari – cari keberadaan Beckham. Dari arah berlawanan terlihat Beckham sedang berjalan menghampiri Kiara.   “ Kiara? “ panggil Beckham, baru saja sampai di dekat Kiara lelaki itu langsung memeluk tubuh Kiara. Saat itu Kiara sontak kaget, tapi akhirnya dia memberikan respon dengan memeluk balik.   “ Udah lama nunggu ya? “ tanya Bechkam melepaskan pelukannya.   “ Gak kok, aku baru aja datang. “ Jawab Kiara.   “ Ayo kita masuk. “ Tangan Beckham melingkar di pinggul Kiara, ia menggiring gadis itu masuk ke dalam Restauran.   Setelah mendapat tempat duduk, mereka berdua segera memesan makanan. Sambil menunggu makanan datang, Beckham bertanya – tanya pada Kiara.   “ Gak ada yang marah nih, kalau aku ajak kamu pergi berduaan makan seperti ini? “   “ Enggak, santai aja. “ Balas Kiara.   “ Memangnya pacar kamu tidak melarangmu? “   Kiara tertawa kecil. “ Aku gak punya pacar. “ Jawab Kiara.   ‘ Tapi, punyanya suami. ‘ Tambah Kiara di dalam hatinya.   “ Masa cewek secantik kamu gak punya pacar, sih? “ Beckham menatap Kiara curiga, ia tak meyakini jika Kiara masih sendiri alias jomblo.   “ Kamu juga kenapa ganteng – ganteng masih sendiri. “ Balas Kiara dengan nada meledek.   Beckham tersenyum tipis. “ Iya juga ya. “   “ Eh, tapi emang beneran kamu masih sendiri? “ kini giliran Kiara yang bertanya.   “ Kalau aku punya pacar, tidak mungkin aku ajak kamu berkencan. “ Ungkap Beckham membuat rona pipi tercetak di wajah Kiara.   “ E—emangnya, saat ini kita berdua lagi berkencan ya? “ tanya Kiara malu – malu. Sudah lama dia tidak merasakan hatinya bergetar hebat saat di tatap bahkan bicara dengan seorang lelaki setelah sebelumnya hal ini terjadi kepada mantan tunangannya. Sedangkan jika bersama Fahrial, kadar ketegangan Kiara masih dalam kategori standar alias tidak merasakan apapun.   “ Anggap saja begitu. “ Beckham meraih tangan Kiara yang berada di atas meja.   Kiara jadi gugup saat Beckham menyentuh tangannya, ia tidak menolak tetapi membiarkan saja tangannya di genggam bahkan saat ini sedang di elus – elus lembut oleh Beckham.   “ Saat ini status kita berdua sama – sama sedang tidak memiliki hubungan dengan siapapun, lalu kenapa kita tidak bersama saja? “ tanya Beckham melemparkan tatapan penuh arti.   Kiara jadi semakin grogi, ia mengulum senyumnya. Namun, seketika Kiara tersadar bahwa saat ini dia bukanlah gadis biasa melainkan sudah menikah.   “ Beckham, kita baru saja berkenalan dan rasanya terlalu cepat jika kita memutuskan untuk bersama. “ Balas Kiara dengan perasaan kecewa karena dia tidak bisa membalas perasaan Beckham sebab statusnya sudah menjadi istri Fahrial.   Jika saja saat itu yang Kiara temui lebih dulu si Beckham, sudah pasti dia akan lebih bahagia jika bersama pria blasteran itu.   “ Ya, aku mengerti. “ Beckham tersenyum. “ Aku terlalu mengagumi kamu, sampai tak sabar ingin memiliki. “ Tutur Beckham semakin membuat debaran jantung Kiara bergetar kuat.   Tak lama makanan pun datang.   “ Selamat makan, Kiara. “ Kata Beckham sebelum akhirnya mereka berdua memulai untuk menyantap makanannya masing – masing.   Disisi lain, saat ini Fahrial seperti biasa sedang makan siang bersama Laras dan Ojan.   “ Gimana, Fahri? Berapa ronde setelah pakai obat kuat? “ ledek Ojan.   “ 20 kali. “ Balas Fahrial asal – asalan karena pertanyaan Ojan selalu saja nyeleneh dan membuat dia merasa tersiksa karena belum pernah sama sekali merasakan indahnya malam pertama yang biasa di lakukan oleh pasutri yang baru saja menikah.   “ Tuh, kan! apa gue bilang, pasti lo jadi tambah kuat! “ seru Ojan sangat antusias kalau sudah membahas hal seperti ini. “ Gue yakin, istri lo pasti puas banget. “ Timpal Ojan membuat Laras terkekeh.   “ Ya, sangat puas. “ Balas Fahrial supaya Ojan tidak terus membahas terkait obat kuat.   “ Kalau gue beli obat kuat lagi, biar sekalian gue beliin buat lo, deh. “ Ujar Ojan seketika membuat Laras dan Fahrial saling bertatapan, sebelum akhirnya Laras tertawa geli sedangkan Fahrial menghela nafas berat.   Obat yang kemarin saja belum di pakai, tapi Ojan sudah mau membelikannya lagi.   “ Sabar ya, Fahri. “ Celetuk Laras ke arah Fahrial karena dia tahu apa yang sedang sahabatnya itu rasakan.   “ Ya, sabar adalah makananku sehari – hari. “ Ucap Fahrial.   Laras merapihkan bekas makanannya karena dia sudah selesai dan ingin pergi. “ Aku mau ke apotek, kalian ada yang mau nitip sesuatu gak? “ tanya Laras seraya bangun dari duduknya.   “ Mau ngapain ke apotek? “ sahut Fahrial.   “ Mau beli obat pereda nyeri haid. “ Balas Laras.   “ Perlu di temenin gak? “ tawar Fahrial.   “ Gak usah, aku naik mobil sendiri aja. Lagipula, gak terlalu jauh dari sini kok, apoteknya. “   “ Yaudah, hati – hati ya. “   Laras segera melangkahkan kakinya keluar dari kantin menuju parkiran, setelah itu dia mulai melajukan mobilnya menuju apotek.   Tiba di apotek, Laras langsung membeli obat nyeri yang biasa dia konsumsi kalau lagi merasakan sakit berlebihan saat datang bulan. Ketika Laras sudah selesai membeli apa yang di butuhkan, tepat saat dia ingin masuk ke dalam mobil, Laras tak sengaja melihat seorang perempuan mirip dengan Kiara baru saja keluar dari restauran bersama seorang pria.   “ Itu seperti Kiara? “ Laras mencoba untuk menegaskan lagi karena jarak Apotek dan Restauran bersebrangan agak berjauhan.   Laras terus saja memperhatikan ke arah sebrang untuk memastikan lagi apakah itu benar – benar Kiara atau bukan. Laras lihat kini perempuan yang dia duga Kiara itu sedang berpelukan dengan lelaki yang tadi keluar bersama dari restauran.   Awalnya, Laras tidak yakin kalau itu Kiara sampai akhirnya Laras melihat perempuan itu masuk ke dalam mobil BMW dengan plat nomer yang sangat Laras ketahui itu adalah milik Fahrial.   “ Itu beneran Kiara. “ Laras sangat terkejut, apalagi tadi Laras melihat Kiara berpelukan dengan seorang lelaki nampak sangat mesra. “ Aku harus kasih tahu ke Fahrial.  “ Laras buru – buru masuk ke dalam mobilnya, ia bergegas cepat melajukan kendaraan beroda empat itu menuju kantor.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN