“Berhenti semua!” Ki Rampah berteriak dengan keras, mengeluarkan nada ancaman yang melengking. Ia sangat geram dengan dua orang yang sedang memperebutkan satu korban tumbal. Sontak saja dua orang yang sedang bertengkar itu menghentikan adu mulutnya, mereka langsung terdiam kala mendengar bentakan dari Ki Rampah. “Yanti, bukankah kau sudah menumbalkan anak lain hari lalu? Kenapa masih menginginkan tumbalku.” Sorot mata Ki Rampah menajam melihat Yanti. Yanti juga pengikut hantu lembu, tapi ia secara sembunyi-sembunyi karena takut jika sang suami mengetahuinya. Maka dari itu, Eyang Rahono mengutus satu lelembutnya untuk menjadi abdi Yanti dan mengabulkan segala keinginannya. “Aku butuh tumbal banyak untuk menyempurnakan aura awet mudaku. Hanya satu, itu tidak akan membuatm

