24 : Cinta Ditolak Dukun Bertindak

2200 Kata

Ruangan remang-remang terdiri atas dupa dan empat lilin yang berada di sudut membentuk sebuah persegi tampak sepi senyap meski ada dua orang didalamnya. Aroma ruangan itu sangat sesak karena asap-asap yang terus mengepul. Dua orang di sana saling duduk berhadapan, hanya dipisahkan oleh meja kecil yang di atasnya terdiri oleh kembang aneka rupa, cawan kecil dan juga keris. “Ada apa kamu ke sini? Bukankah sudah tak ada lagi saingan perkebunanmu.” Tanya si pemilik ruangan, ia duduk di depan. Ya, selama ini kedatangan pemuda itu hanya seputar perihal kebun. Sedangkan musuh sesama bos kebun sudah lama meninggal akibat santet yang dikirimkan, lalu untuk apa ia datang lagi? Ia mengeluarkan kertas lusuh dari sakunya, kertas tersebut berwarna kecokelatan seperti pernah terendam oleh kubangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN