Bu Sumarni memanggil Mita setelah acara makan malam, dia meminta Mita untuk datang ke ruang baca. Mita gugup bahkan telapak tangannya basah oleh keringat. Kenapa aku di panggil ya? Apa aku punya kesalahan? Sambil berjalan dia memikirkan kegiatan yang dia lakukan sepanjang hari, mengingat-ingat apa dia memiliki kesalahan. Setelah mengetuk dan diizinkan masuk dari dalam oleh suara Bu Sumarni, Mita segera masuk dan menghampiri keluarga majikannya itu. Ada apa ini? Kenapa keluarga Kanjeng Ibu kumpul semua? Saat di persilahkan duduk, raut wajah takut masih belum enyah dari mimik muka Mita. Bahkan tangannya sekarang yang berada di pangkuan gemetar, Mariska yang melihat itu nampak iba, namun dia tak bisa berbuat banyak. Mita menolak Mati! Mita menerima pun kematian dan kehinaan akan di terimany

