Keangkuhan Mita

1187 Kata

“A ... anu Bu, Tia belum sarapan trus tadi jalan dari depan komplek, jadi gemetar nahan lapar,” ucap Disa berbohong. “Oh ya sudah kalian lekas sarapan, lalu bantu yang lain, ya?” “Baik Bu,” ucap Disa dan Tia kompak. Disa langsung menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, lama tak mencium aroma aneh Bu Sumarni membuat Disa kembali seperti dulu lagi. Disa lantas menyeret tubuh Tia yang masih diam membeku. “Ayo Ya, jangan diem aja!” Mereka sampai di dapur, di sana terlihat jika Yanti dan Fatmah sedang sibuk mempersiapkan acara siang nanti. “Yan, Mbak,” panggil Disa. Yanti segera menoleh ke arah pintu belakang, dia segera berlari memeluk Disa. “Ya ampun Dis, akhirnya,” ucap Yanti dengan sudut mata sudah berlinang air mata. “Napa sih? Kok malah sedih,” seloroh Disa. “Ishh ... kamu ini, kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN