Setelah mereka membubarkan diri, pak Wahyu melanjutkan pekerjaannya sebagai penjaga malam, sedangkan Yanti dan Fatmah mereka akan kembali ke kamar untuk tidur. Sementara Mariska masih memeluk Putra, ingin sekali dia segera tidur, namun teringat jika ia tak punya waktu lagi untuk segera menghubungi Disa, tapi sedikit ragu. Dalam keraguannya lantas memberanikan diri keluar dari kamarnya, namun kali ini dia bersikap biasa, takut ketergesa-gesaannya malah membuat mahluk itu muncul kembali. Apalagi saat kejadian tadi mahluk itu memangku putra, lalu menghadap padanya dan menaruh telunjuk di bibirnya sendiri bermaksud agar dia tak perlu berteriak. Apa mungkin ada maksud lain, bahwa aku di suruh diam untuk tidak membagi misteri ini? Atau jangan-jangan mahluk itu sudah tau rencanaku yang akan m

