Menjelang tidur Disa masih memikirkan kilas peristiwa yang Amung perlihatkan, ada satu hal yang Disa tangkap, sepertinya Amung tak mengikutinya secara terusmenerus, sebab Disa perhatikan Amung akan muncul saat Disa dalam kesulitan. Disa berpikir apa dirinya memiliki ilmu khusus untuk memanggil Amung, lalu kenapa dirinya tak bisa berbicara dengan Amung seperti yang Disa lakukan dengan Hantu Indah. Disa bahkan belum mengetahui nama Amung, dia masih memanggilnya lelaki tua. Apa mahluk seperti mereka itu memiliki kasta? soalnya Indah pernah bilang kalo lelaki tua itu bukan mahluk sembarangan. Disa lantas menatap Tia yang tidur pulas di sampingnya, Disa mengusap dahi Tia, dia bersedih dengan nasib temannya itu, bahkan bukan hanya Tia, nasib teman-temannya yang sudah menggadaikan nyawa mereka

