"Kamu gapapa?" Tangan Jon berusaha menggenggam lengan gue. Tapi secara responsif gue menolaknya. Tanpa bantuan dari dia, gue berusaha bangun. Menghapus air mata dan seluruh kekacauan yang ditimbulkan oleh Bli Raja. Untuk sekilas, gue berusaha melihat ke arah kaca. Air telah meluluhlantakkan hampir separuh riasan wajah yang semula menutupi luka lebam di sudut bibir. Pantulan cermin itu adalah satu-satunya yang bisa membuat gue sadar. Semua tidak akan pernah membaik. "Aku bisa antar kamu pulang." Suara bass Jon membuat gue berpaling. Tatapan mata laki-laki ini redup, tidak menggambarkan sama sekali niat jahat yang mungkin saja berkeliaran di benaknya. Senyumnya menggembang saat tatapan kami bertemu. "Jangan takut, aku tidak akan melakukan itu. Namamu siapa?" Tangan Jon terulur, tidak ad

