Keesokan harinya, Sofia berjalan menelusuri koridor kelas seorang diri dengan senyum yang merekah. Setelah kejadian kemarin dia tidak mau larut dalam kesedihan, selama masih ada kesempatan sekecil apapun itu akan dia dapatkan. Sofia membawa sekotak bekal yang berisikan sandwitch buatannya pagi ini, Sofia tidak sabar membawakannya untuk Diandra. Sofia tahu kalau Diandra sudah ada di kelas karena dia biasanya lebih dulu berangkat dari dirinya. Sofia masuk ke dalam kelas dan langkahnya langsung terhenti, kedua matanya megerjap melihat dua orang yang sedang duduk di tempatnya dan Diandra. Nadia ada disana terlebih dulu dan memberikan kotak bekal juga kepada Diandra, Sofia berusaha untuk tersenyum menahan kobaran api yang sudah mengepul di kepalanya. “ Minggir gue mau lewat.” Tubuh Sofia t

