45

1331 Kata

Gadis itu tak bisa tenang duduk di atas sofa, tatapannya terus tertuju pada pintu masuk yang sengaja dia biarkan terbuka. Mendengar suara mobil yang memasuki pelataran rumah membuatnya mulai mengatur nafas, dari luar sana ia bisa melihat papanya turun dari mobil dan perlahan memasuki rumah. " Papa nggak pernah ngerti perasaan aku, selalu aja melakukan sesuatu yang cuma ada di kepala papa aja. Coba sesekali pakai hati papa, putri papa bahagia sama pilihannya tolong jangan di ganggu lagi. " Protes Sofia ketika papa Bian sudah memasuki rumah. " Kamu ini masih SMA kelas satu, hubungan kalian itu tidak menjamin bisa membuat kalian bahagia terus. Dan juga cowok itu bukan pilihan terbaik buat kamu. " Balas papa Bian penuh penegasan. " Papa nggak ngerti, zaman kita sudah berbeda pa. Aku bukan a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN