Glory mendengus melihat tangan Richard yang baru di perbaiki jarum infusannya. Ada aliran darah hampir satu jengkal di selang infusnya karena Richard terlalu lasak seperti cacing kepanasan. "Aku udah bilang nggak usah pasang ini tadi," ujar Richard. "Pasang! Kamu mau cepat fit nggak?" tanya Glory dengan nada garang di tambah mimik wajah yang garang pula. Matanya sampai melotot hampir keluar bijinya. Kepala perawat dan juga perawat yang sedang bertugas disana melirik Glory yang tidak ada takutnya pada Richard dari ujung mata. Padahal, selama ini Richard di kenal sebagai pimpinan yang dingin sehingga para karyawan khususnya yang ada di rumah sakit tidak begitu berharap untuk di sapa atau di perhatikan olehnya. Tapi, si GG, perawat junior ingusan itu berhasil membentak Richard dan tidak

