Hawa dingin menembus pundak yang tidak tertutup itu. Melewati kulit hingga merasuk ke tulang membuat si empunya tulang sedikit menggigil lalu menarik selimut untuk menutupi semua tubuhnya. Matanya tiba-tiba terbuka lebar setelah menyadari apa yang sudah dia lakukan sebelumnya. Perlahan, dia menggeser sedikit demi sedikit badannya sembari meraba-raba dimana kira-kira letak bajunya. Suara ketikan di keyboard laptop yang sedari tadi dia dengar tiba-tiba berhenti. Sambil menutup mata dan menggigit bibirnya, dia juga berhenti bergerak agar tidak ketahuan dia sudah bangun. "Sial," gumamnya dalam hati kala mendengar suara kaki di seret semakin mendekat padanya. Tangannya menggenggam ujung selimut dengan erat dan membiarkannya sedikit kepanasan di dalam bungkusan itu. "Hey.. hey.. apa-apaan

