Brighita menggeliat dalam tidurnya. Waktu telah menunjukkan pukul 08:35 menit. Tapi Brighita enggan untuk bangun. Nyaman. Brighita membalikkan tubuhnya, dan ia sedikit mengeryit saat hidung mancungnya bertabrakan dengan benda keras. Brighita mengerjabkan matanya berkali-kali, mencoba mengambil alih kesadarannya. "Kyaaaaa!!!" Brighita menjerit. Memukul seseorang yang ternyata sedari tadi tidur di samping dirinya sembari memeluknya. Pantas saja dia terasa nyaman. Dylan, merasakan kepalanga berdenyut, saat harus tiba-tiba bangun dari tidur lelapnya, di karenakan rontaan Brighita dalam pelukannya. "Apa yang kau lakukan di kamarku?!" "Tidur." Dylan hendak kembali merebahkan tubuhnya, tapi Brighita kembali memukuli Dylan dengan bantal. "Bangun bodoh! Cepat bangun!!" Dylan mengalah, mengus
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


