Chapter 15

1932 Kata

Terus bertempur dengan waktu, dan berdebat dengan pikiran. Dylan tidak bisa lagi bersantai saat, perusahaannya akan melaksanakan peresmian hotel baru di Bali. Itu lah mengapa pria itu harus bekerja dengan ekstra untuk saat ini. Sesekali Lucy menemuinya dan mengingatkannya agar tidak lupa makan. Drrtt. Getaran ponsel milik Dylan, mengalihkan fokus pria itu sejenak. "Iya, Bunda." jawab Dylan melirih. "Cepat kamu pulang sekarang! Tata sedang mengalami kecelakan." Wajah Dylan berubah pucat seketika. "Baiklah aku akan segera kesana." Setelah menutup telpon miliknya, tanpa membersihkan kekacauan di mejanya, Dylan langsung bergegas keluar kantor. Lucy yang memang berada selantai dengan Dylan, nampak bingung dengan kekhawatiran yang tercetak di wajah tampan Dylan. Ingin dirinya bertanya ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN