Chapter 17

1228 Kata

Brighita turun dari mobil milik Devano. Sebelum itu, ia sempatkan untuk mengucapkan kata terimakasihnya. "Vano, lain kali kita harus bisa mengajak Fely untuk nongkrong bersama." "Hmm. Lain kali akan aku usahakan agar dia ikut. Oh ya, ingat pesanku. Aku akan selalu menerimamu jika pria sialan itu menyakitimu lagi. Jangan pernah takut untuk datang kepelukanku, Ta. Aku masih dan akan selalu mengharapkanmu." Devano tersenyum menunjukkan keseriusannya. Brighita hanya bisa membalas dengan senyum hangatnya. Ia merasa senang memiliki sahabat seperti Devano. Tapi, ia tidak ingin pria itu terlalu berharap banyak padanya. Karena di hidupnya, Dylan masih mendominasi. Setelah kepergian Devano, Brighita berjalan memasuki pekarangan rumah Bouttier yang sangat luas. Sebelah alisnya terangkat melihat m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN