Lamunan Jupiter terhenti Ketika seseorang meletakkan secangkir kopi di mejanya membuat Jupiter langsung menatap kearah seorang wanita yang kini tersenyum kepadanya
"Terima kasih" ucap Jupiter membuat wanita tersebut tersenyum setelah menggeser kursinya ke sebelah kubikel kerja Jupiter
"sama-sama" ucap wanita tersebut membuat Jupiter hanya menyesap kopi yang selalu setiap pagi Raya berikan padanya
“ padahal aku sudah mengatakan Kau tidak perlu membelikanku kopi"ucap Jupiter
" Iya tapi kau selalu meminumnya” jawab Wanita bernama raya tersebut dia adalah teman kantor Jupiter satu divisi dengannya dan dari awal kepindahannya Ke kantor tersebut Raya selalu terang-terangan memperlihatkan rasa sukanya kepada Jupiter meskipun Jupiter berpura-pura tidak tahu Tapi tetap saja karena Raya tipe wanita yang tidak peduli dengan bagaimana perasaan lawan jenisnya yang dia perhatikan adalah perasaannya sendiri meskipun lawan jenis yang tidak memedulikannya tapi Raya tetap menyukainya dia akan terus mendekatinya sebelum laki-laki tersebut benar-benar membencinya mungkin
“dari pada aku membuangnya akan terlihat aku seperti orang yang tidak berperasaan jadi lebih baik aku minumnya " jawab Jupiter sambil menggerakkan jari jemarinya pada layar komputer di depannya
"ya itu pilihan yang bagus" jawab Raya dengan senyum manisnya yang menampilkan kedua lesung pipi yang dia miliki Jika saja Jupiter belum memiliki wanita dalam hatinya Mungkin dia akan sedikit melirik ke arah Raya Karena dia termasuk wanita yang manis baik hati dan juga ceria
" jadi setelah makan siang nanti kau akan bertemu klien di luar kantor? " tanya Raya membuat Jupiter menganggukkan kepalanya
" dengan wanita tua itu lagi?” Tanya Raya kembali membuat Jupiter lagi-lagi tidak mengeluarkan suaranya dan hanya menganggukkan kepalanya
“ aku heran kenapa dia selalu memilih mu untuk selalu pergi dengannya Apa dia sudah bosan dengan sekertaris wang “ ucap raya kembali membuat gerakan tangan Jupiter terhenti dan menatap kearahnya
“itu karena aku yang bersangkutan dengan Klien kali ini kau jangan mengatakan hal yang tidak-tidak karena jika kau yang memulainya terlebih dahulu aku yakin satu divisi bahkan seluruh lantai di kantor ini akan mengetahui gosip yang tidak-tidak "ucap Jupiter yang sudah mulai menebaknya membuat raya hanya mengangkat bahunya Acuh
" sebelum aku mengatakannya pun mereka sudah bisa lihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa wanita tua itu tertarik padamu Apa kau tidak tahu "ucap Raya
" wanita tua itu adalah Bos mu "ucap Jupiter
" Iya aku tahu tapi aku tidak suka dengan sikapnya yang sangat dingin tapi terang-terangan menyukai brondong sepertimu " ucapannya membuat Jupiter menatapnya dengan sudut matanya
"Ya kurang lebih seperti dirimu" ucap Jupiter membuat Raya tersedak oleh kopinya sendiri setelah itu menatap me arah Jupiter
"Setidaknya aku tidak terlalu jauh berbeda umurnya denganmu Kita hanya berbeda satu bulan dan di tahun yang sama jadi itu tidak bisa dikatakan bahwa aku lebih tua darimu "ucap Raya membuat Jupiter menahan senyumnya karena selalu berhasil membuat wanita di sampingnya ini terlihat kesal, raya memang tidak menyangkal ketika Jupiter mengatakan bahwa dia tertarik pada dirinya tapi entah kenapa rasa suka yang Raya Perlihatkan berbeda dengan bos barunya di tempat kerjanya saat ini.
dia adalah Pevita yang berumur 5 tahun lebih tua dari Jupiter membuat Jupiter kembali teringat dengan Venus karena perbedaan umur mereka dan orang-orang di kantor bahkan di divisinya mengatakan bahwa Pevita menyukai Jupiter meskipun Jupiter tidak pernah menanggapinya bagi Jupiter Pevita hanya bosnya yang memang memerlukan dirinya ketika dirinya menyelesaikan pekerjaan yang bersangkutan dengan nya tapi teman-teman satu divisi nya selalu menganggap berlebihan Padahal selama ini Pevita selalu memperlakukannya sama seperti karyawan lainnya Entah dari mana mereka melihat ketertarikan dari bosnya tersebut
" sepertinya sekretaris wang benar-benar sudah digeser posisinya olehmu dia tidak lagi menjadi laki-laki mempesona yang difavoritkan para karyawan di sini tentu saja karena mereka beralih lebih Mengagumimu "ucap Raya kembali Entah kenapa yang selalu tidak henti-hentinya berceloteh tepat di sisi kubikrl kerja Jupiter membuat Jupiter hanya bisa mendengarkannya saja toh dia tidak mempunyai cara lain untuk menutup telinganya
" kau tahu Padahal tahun lalu ada yang memprediksi bahwa mereka pasti akan menjalin hubungan tapi ternyata salah, Ibu Pevita terlalu menutup diri padahal sekretaris wang selalu ada ketika Bu Pevita membutuhkannya padahal menurutku mereka cocok " ucap Raya kembali membuat Jupiter menatap ke arahnya
"orang yang menurutmu cocok belum tentu mereka beranggapan yang sama mungkin ada banyak perbedaan yang mereka punya " ucap Jupiter kembali membuat Raya terdiam
" Anggap saja seperti itu” Raya hendak kembali membuka suaranya namun dia langsung membungkam mulut nya dan bergeser ke kubikel kerjanya ketika melihat seorang wanita paruh baya dengan kacamata yang bertengger di hidungnya, wajahnya yang terlihat besar membuat Raya selalu ingin saja memakinya
“Raya kerjakan semua laporan ini dan dalam 1 jam antarkan ke ruanganku" ucap Bu Dewi sambil memberikan setumpuk laporan kepada Raya membuat Raya benar-benar tidak bisa berkomentar apapun dengan tugas yang selalu diberikan nya, dia adalah ketua tim di divisi keuangan mereka membuat Raya hendak menjawab perintah dari Bu Dewi namun Bu Dewi langsung memotongnya
"tidak ada pertambahan jam karena kita membutuhkannya untuk meeting setelah makan siang" ucap Bu Dewi membuat Raya kembali menelan semua kata-katanya dan langsung menatap ke arah Jupiter ketika Ibu Dewi pergi meninggalkannya dengan setumpuk berkas tersebut
"ini gara-gara mu karena mengambil meeting hari ini kenapa bukan kau saja yang mengerjakannya karena kau yang akan bertemu kliennya kenapa harus aku" ucap Raya membuat Jupiter hanya mengangkat bahunya Acuh
“aku memang tertarik padamu tapi untuk masalah pekerjaan aku tidak rela hanya untuk membuatmu sukses Ibu Dewi melimpahkan semua tugasnya untuk ku, apa bedanya aku susah payah untuk orang lain "celoteh Raya yang membuat Jupiter lagi-lagi tidak menganggapnya Anggap saja dia sebuah radio yang menemani hari-hari kerjanya setidaknya Jupiter masih terhibur dengan semua celotehan nya pikir Jupiter.
Jupiter kemudian terhenti ketika dering ponsel bergetar di saku celana nya membuat Jupiter langsung merogoh ponselnya tersebut dan melihat satu pesan masuk yang ternyata dari Marina
"Kau sudah makan siang kau jangan terlalu giat bekerja dan perhatikan pola makanmu" Itulah isi pesan yang ibunya Venus kirimkan kepada Jupiter membuat Jupiter terdiam, selama ini hanya Marina yang selalu mengirimkannya pesan karena hanya dia yang tahu nomor barunya dan jupiter selalu menanyakan tentang keadaan Venus kepada ibunya tersebut karena Jupiter tidak bisa menutupinya lagi tentang perasaannya kepada Venus dan Marina mengetahui semuanya membuat Marina hanya bisa memberikan semangat kepada Jupiter karena anaknya tersebut saat ini sudah menjadi istri orang lain meskipun fakta tersebut tidak mengubah perasaan Jupiter kepada Venus sedikit pun