Venus kemudian berbalik kembali berjalan mendekat kearah Jupiter yang masih menatapnya dengan tatapan datar sedangkan Venus mencoba untuk menahan agar pupil matanya tidak bergetar ketika matanya memerah mulai berkaca-kaca
"pindah ke mana?" Tanya Venus dengan sekuat tenaga menahan agar suaranya tidak terdengar bergetar menahan tangis Entah kenapa tiba-tiba saja hatinya merasa sesak ketika membayangkan Jupiter pergi meninggalkannya begitu saja itu bukan hal yang biasa yang Venus alami ketika dirinya sudah mulai terbiasa sejak dulu tinggal bersama Jupiter dan menganggapnya seorang adik, Venus benar-benar menyayangi Jupiter bahkan ketika dia akan makan mie saja dia akan langsung teringat pada Jupiter Karena itu adalah makanan kesukaan Jupiter
“ Aku tidak tahu aku hanya mengikuti perintah dari kantor saja yang memindah tugas kan ku "jawab Jupiter dengan nada datarnya membuat Venus hanya bisa menundukkan kepalanya menatap jari jemarinya yang kini tengah memilin ujung baju yang dia kenakan dan dalam hati Venus berharap agar air matanya tidak tumpah begitu saja
“tapi mereka pasti akan memberitahumu terlebih dahulu bukan ke mana kau akan dipindahkan? "Tanya Venus kembali membuat Jupiter terdiam
“ aku belum tahu yang jelas mereka akan mengirimkan ku pindah dari kota ini "jawab Jupiter membuat Venus akhirnya mendongakkan wajahnya namun kali ini dengan senyum mengembang senyum yang terlihat sangat dipaksakan
" baguslah kalau begitu Bukankah tandanya mereka mengandalkanmu setelah beberapa bulan yang lalu kau naik jabatan dan kali ini mereka mempercayakan mu untuk mengurus hal lainnya di luar kota ini "ucap Venus membuat Jupiter merasa miris dengan dirinya sendiri bahkan Venus tidak menyayangkan kepergiannya dan juga kepindahannya lalu apa yang diharapkan sebenarnya pikir Jupiter ketika melihat Venus tersenyum padanya dengan dukungan yang dia berikan
"kau terlihat senang aku akan meninggalkan kota ini "ucap Jupiter kembali membuat Venus langsung memukul lengannya dengan gemas
" Tentu saja aku senang Bukankah itu artinya mereka mempercayai Dirimu Bukan hanya itu satu batu loncatan yang bagus untuk karirmu kedepannya "ucap Venus kembali membuat Jupiter semakin merasa jika dirinya seseorang yang tidak diinginkan oleh siapa pun
"tapi aku mempunyai pilihan lain yang bisa aku ambil ke depannya bukan hanya kepergianku keluar kota” ucap Jupiter sambil menatap raut wajah Venus yang mulai menatapnya dengan alis terangkat
“pilihan lain seperti apa?"
“wanita itu inginkanku untuk menikah dengan salah satu anak dari temannya dia mengatakan bahwa umurku sudah pantas untuk berkeluarga "ucap Jupiter membuat Venus benar-benar terdiam senyumnya hilang begitu saja alasan kedua yang Jupiter katakan benar-benar jauh lebih menyesakkan ketika terdengar olehnya Entah kenapa Venus menjadi merasa bingung ekspresi seperti apa yang harus diberikan kepada Jupiter
“ menurutmu pilihan mana yang harus aku ambil menerima Perjodohan yang dia rencanakan atau pergi dari kota ini? "Tanya Jupiter yang memang ingin tahu pilihan mana yang ingin Venus berikan untuknya sedangkan Venus dia benar-benar saat ini berada dalam sebuah pilihan yang sulit melihat Jupiter menikah dengan wanita lain Tentu saja itu adalah ide yang bagus karena akhirnya ada seseorang yang akan mengurus Jupiter sehingga Venus tidak perlu mengkhawatirkannya tapi entah kenapa Venus merasa jika itu bukanlah pilihan yang tepat Venus akhirnya menghembuskan nafas panjangnya
"bukankah kau masih terlalu muda, karirmu juga masih terlalu panjang dan kesempatan yang kantormu berikan itu adalah sebuah kesempatan yang jarang sekali bisa kau ambil aku tidak menyarankan mu untuk menolak Perjodohan itu tapi aku hanya ingin memberikkan pilihan terbaik untukmu Kau hanya perlu mengikuti kata hatimu saja "ucap Venus lebih memilih untuk Jupiter mengambil karirnya
"jadi kau inginkan aku untuk pergi dari kota ini?" Tanya Jupiter kembali membuat Venus berdecak dengan kesal
"Hei kenapa perkataannya jadi seperti itu bukankah kau hanya pergi karena urusan pekerjaan saja kau tidak benar-benar menghilang dari Kota ini bukan kau akan kembali bukan? "Tanya Venus kembali membuat Jupiter terdiam
" Entahlah toh kau tahu bukan aku itu tipe orang yang tidak ingin memulai apapun dari 0 itu bagiku sangat merepotkan dan jika aku sudah memulai dari nol di kota tempatku nantinya mungkin akan Sulit Bagiku Untuk Kembali ke kota ini "ucap Jupiter seolah enggan untuk kembali ke kota ini jika dia sudah memulai semuanya di tempat barunya
"Apa kau tidak akan merindukan mamamu teman-temanmu dan juga aku? "Tanya Venus membuat Jupiter mengepalkan tangannya tentu saja dia akan sangat merindukan Venus bahkan sebelum dia pergi pun sulit bagi Jupiter untuk tidak melihat wajah wanita yang Sedari Dulu dia kagumi ini
" aku mempunyai beberapa fotomu di ponselku jadi aku tidak akan Terlalu Merindukanmu Aku cukup menatap fotomu saja "Jawab datar Jupiter dengan santainya membuat Venus benar benar di buat kesal
" Kau benar-benar Lelaki dingin pantas saja kau tidak pernah berpacaran sampai umurmu setua ini, sebagaimana bisa rasa rindu bisa hilang hanya dengan memandangi sebuah foto "ucap Venus membuat Jupiter hanya terdiam Entah kenapa saat ini sulit sekali baginya untuk memberikan satu ekspresi kepada Venus bahkan hanya untuk tersenyum saja bagi Jupiter sangatlah sulit
“Jadi jika kau mengambil keputusan untuk meninggalkan kota ini kapan waktunya?" Tanya Venus
"secepatnya bahkan atasanku meminta keputusannya besok lusa” jawab Jupiter membuat Venus terdiam
" secepat itu" tanya Venus membuat Jupiter menganggukan kepalanya
"itu tandanya jika kau pergi lusa akan sulit bagimu untuk ke kota ini Lalu bagaimana dengan pernikahanku kau tidak akan hadir ke hari bahagia ku,?” tanya Venus aambil menundukkan kepalanya Jupiter mencoba untuk mengalihkan pandangannya ke arah lain mencoba untuk menegarkan hatinya ketika mendengar langsung tentang pernikahan dari bibir Venus sendiri
"Maafkan aku tapi aku hanya bisa memberikan hadiah yang spesial untukmu, aku akan mengirimkannya setelah acara pernikahan kalian" ucap Jupiter membuat Venus langsung memukul d**a bidang Jupiter dengan kesal
"Bagaimana bisa kau mengucapkan hal tersebut bahkan kau belum meninggalkan kota ini tapi kau sudah menganggapku seperti seseorang yang tidak berarti dalam hidupmu Kau benar-benar jahat "ucap Venus yang tidak bisa menahan air matanya lagi entah kenapa jawaban dari Jupiter membuat hatinya semakin terasa sesak begitu pun dengan Jupiter yang melihat air mata Venus membuatnya semakin merasa jika dirinya seseorang yang sangat jahat tetapi itulah jalan satu-satunya bagi Jupiter untuk menguatkan dirinya Karena Jupiter benar-benar tidak bisa melihat Venus bergandengan dengan laki-laki lain di atas pelaminan Jupiter akhirnya mencekal lengan Venus yang terus memukulinya setelah itu memeluknya dengan erat
"Maafkan Aku jika aku menyakitimu tapi itulah jalan satu-satunya Aku bukannya menganggapmu orang yang tidak penting dalam hidupku Justru kau adalah satu-satunya orang yang terpenting didalam hidupku Untuk itulah aku melakukannya aku tidak bisa mengabaikanmu Jadi aku harap kau mengerti hadiah ku nanti bisa mengobati rasa kecewa Mau "ucap Jupiter membuat Venus hanya bisa menangis tersedu dalam dekapan Jupiter Entah kenapa hatinya benar-benar merasa sesak bahkan Jupiter masih berdiri di hadapannya dan memeluknya tapi rasa sakit itu semakin terasa menggelayuti nya