Keesokan harinya, Je dan Anya kembali berkutat dengan proyeknya. Mereka merencanakan banyak hal bersama dengan tim Corporate Communication* dan event. Mereka mempersiapkan detil pelaksaan, membuat anggaran dan sebagainya. Diskusi itu sangat menyita waktu dan tenaga. Je sendiri memutuskan untuk izin tidak ikut latihan khusus hari ini. Ia merasa acara ini begitu penting apalagi menyangkut basket. Anak buah Je yang lain sempat merasa heran dengan Je hari ini. Selama ini mereka berpikir CEO mereka tidak akan pernah mau terlibat di dalam urusan kantor. Tapi yang mereka lihat sekarang jelas terbalik. Je malah terlihat sangat vokal dan ia sendiri yang memimpin rapat kali ini. Baru kali ini mereka melihat kilatan mata Je yang antusias serta semangat Je untuk mengurus urusan kantor.

