Beberapa saat sebelumnya, Pria itu melangkahkan kakinya bersamaan dengan tongkatnya berjalan. Rambutnya sudah memutih dan garis wajahnya sudah berkerut. Pria yang berusia lebih dari tujuh puluh tahun itu melangkah menuruni anak tangga dari jet pribadinya. Di bawah sana beberapa orang anak buah dan penjaganya sudah menanti kedatangannya dari Kanada. Selama ini ia tinggal di Kanada dan menikmati masa pensiunnya di sana. Ia menyerahkan seluruh tampuk kepemimpinan perusahaannya pada cucu laki-laki tertua yang dibesarkannya sejak anak itu berusia lima tahun. Putra dan menantunya yang masih hamil anak kedua mereka tatkala itu meninggal karena kecelakaan. Sejak saat itu sang putra pertama dibesarkannya seorang diri. Namun sayang cucu laki-laki pertamanya itu selalu dimanja d

