61. Dia Putraku!

1732 Kata

    “CUKUP, ANYA! HENTIKAN!” sebuah suara dari ujung pintu gedung kepolisian mengejutkan keduanya. Menatap mereka dengan mata nanar sekaligus berkilat amarah. Entah mengapa ia merasa percuma Anya membelanya di hadapan ibunya dan ia tidak butuh pembelaan apapun.      Kedua wanita itu tersentak. Menoleh ke arah datangnya suara yang keluar dari ruangan petugas menuju halaman depan kepolisian setelah meminta izin untuk bertemu dengan kedua wanita itu. Diikuti dua orang petugas polisi di belakangnya. Menjaga agar dia tidak kabur.      “Aku tidak pernah memintamu membelaku di depan Mama. Mamaku tidak akan mau mendengar pembelaan apapun tentangku. Yang ada aku akan selalu salah,” ucap Je getir sekaligus emosional.      Anya merasa semua ini hanyalah kesalahpahaman yang harus diluruskan.      

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN