"Bisakah berhenti memandangiku seperti itu? kita bisa bicara saat kakak selesai berolahraga nanti." Seolah tidak mengindahkan ucapan Ben itu, Naomi terus saja menopang dagunya diatas treadmil milik Ben dengan eskpresi yang menurut Ben cukup aneh. Ia sedang tersenyum namun senyumnya terlihat berbeda. Ben menghembuskan nafas panjang kemudian mematikan treadmilnya. "Baiklah, katakan apa yang mau kau katakan kemudian biarkan aku berolahraga. Aku tidak selalu memiliki waktu untuk ini, lihatlah otot-otot perutku mulai samar." "Yang seperti itu Kakak bilang samar?" Naomi melirik perut kotak-kotak milik Ben yang jika dihitung mungkin bukan enam kotak melainkan delapan kotak. Naomi sejujurnya bingung kapan kakaknya itu membentuknya. Seingat Naomi Ben selalu ada di kantor, atau di showroom dan ma

