Rumah besar di pinggiran kota. Deburan ombak terdengar menghanyutkan, aroma asin menyeruak menenangkan. Axel menatap jauh entah ke mana, pikirannya berkelana ke masa yang seharusnya dia lewati dengan cukup cerdik. 'Ceklek. Ncit.' Decitan ngilu menusuk pendengaran, Axel tetap tidak berniat menoleh sama sekali. Tetap menikmati angin pantai yang seakan membawa kedamaian dengan tidak peduli dengan isi hati penikmatnya. “Seorang pengusaha kaya tidak bisa menyambut tamunya dengan terhormat.” Axel terkekeh, segera berbalik dengan senyuman dingin yang sudah sangat lama tidak dia tampilkan, “berapa bayaranmu?” “Apa Anda ingin melamar pekerjaan seperti saya juga?” ledeknya. “Hahahahahaha.” Axel mendekat, menarik kerah baju orang itu dan berdesis tepat di samping telinganya, “aku bisa saja mero

