“Dari mana?” Hazel mengabaikan pertanyaan dari Emily barusan, dan memilih untuk langsung berjalan masuk tanpa mempedulikan keberadaannya saat ini. “Kau punya mulut, tapi seperti orang yang tidak punya mulut sama sekali ya? Aku tanya, kau ini dari mana, Hazel? Kenapa baru kembali? Aku sejak tadi menunggumu di sini.” Hazel tidak juga menyahut. Benar-benar menyebalkan, bukan? Emily sampai harus menghela napas panjang dibuatnya. Tapi ia memilih untuk tak bertanya kembali, karena berpikir mungkin puan itu sedang lelah, jadi tidak mau di ajak bicara terlebih dahulu. Lagi pula, memang ada sebagian orang yang tidak mau di ajak bicara dan di ganggu saat sedang merasa lelah dan energinya terkuras habis. Emily benar-benar membiarkan Hazel, sampai puan itu pergi ke kamar mandi untuk membersi

