Setelah pergulatan semalam, Daren dan juga Hazel tetap memaksakan diri untuk bangun pagi. Mereka harus segera ke kediaman Daren. Rumah pribadi milik Daren, pastinya. Jauh sebelum pernikahan, Hazel sudah menyiapkan semua barang-barang nya yang akan dibawa. Tidak semua, hanya barang yang penting-penting saja. Kopernya sudah dibawa oleh beberapa pelayan. Saat memasuki gerbang rumah, mereka disambut oleh beberapa penjaga. Hazel sempat speechless karena rumah Daren yang mewah pun nampak asri. Kalau tidak salah, dia dengar dari Mike jika dibelakang rumah terdapat kebun bunga. Salah satunya, bunga mawar. "Pelayanmu banyak juga!" seru Hazel saat melihat para pelayan berjejeran diruang tamu untuk menyambut kedatangannya dan juga sang tuan. "Benarkah? Aku bahkan berniat untuk menambah pelayan,"

