Hazel menekan tombol beberapa kali, lalu ketika pintu terbuka dirinya disambut oleh Daren yang saat ini hanya mengenakan bathrobe. Daren kembali menutup pintu dan menguncinya. Daren memesan kamar presiden suite yang begitu megah dan mewah. Hazel berjalan masuk dan duduk di tepi ranjang. Rambutnya yang tadi terikat ke atas kini sudah tergerai. Tangan Daren meraih wajah Hazel dan mengecup bibirnya. Tapi dengan cepat tangan Hazel menahan tengkuk Daren dan menaut bibir pria itu lebih dulu. Daren menerima dan mulai membalas ciuman Hazel yang begitu liar. Lidah yang basah dan panas semakin meningkatkan api gairah keduanya. Namun kemudian Daren melepaskan ciumannya. Ditatapnya Hazel yang sudah mulai terangsang ingin segera disetubuhi. Tapi belum waktunya. Daren ingin berlama-lama dulu. Ingin m

