Panggilan telepon bersama Makoto berakhir. Chihaya masih berat memikirkan apa yang Su Bin ucapankan tadi saat berkata akan pergi ke Jepang. Bukan karena Chihaya tidak setuju pada ide itu, tetapi sesuatu yang lain mengganggu pikirannya. Hatinya merasa tak nyaman dan takut sesuatu terjadi. Urusan pribadinya Chihaya ingin dia sendiri yang mengatasi tanpa melibatkan orang lain lagi lebih dari ini. Apa yang Su Bin lakukan untuknya sudah lebih dari cukup. Chihaya tidak bisa membebaninya lebih dari ini, juga tidak ingin membuat Su Bin dalam bahaya. “Kamu tidak perlu lakukan sampai sejauh itu, aku bisa pergi sendiri menjemput Keita.” Ucap Chihaya tanpa maksud menyinggung perasaan Su Bin. Gadis itu tidak berani menatap wajah lawan bicaranya karena merasa buruk setelah semua yang Su Bin lakukan unt

