Risa bersama orang utusan J tiba di ibu kota, tempat tujuan mereka adalah bandara. Penyamaran yang Risa gunakan memang tampak sederhana, bahkan penampilan ini tidak akan berhasil mengelabui mata Chung Ryeol bila melihatnya. Namun setidaknya perubahan ciri fisik dari luar ini akan membingungkan orang-orang yang telah Chung Ryeol pencar untuk berjaga, mencekal pelariannya. Kemungkinan situasi terburuk adalah bisa saja pada rencana ini akan terjadi baku tembak penggunaan senjata api. Karena bagaimana pun yang mengejar Risa adalah seorang profesional, punya pengaruh di angkatan bersenjata dan militan Korut. “Biar aku pastikan dulu keadaan di dalam.” Kata seorang dari dua orang yang mendampingi Risa saat tiba di bandara. Risa bersama rekannya seorang lagi menunggu tetap berada di dalam mobil.

