88. Konsekuensi

1418 Kata

“Chihaya kalian bisa bicara sambil duduk di dalam, bagaimana?” Su Bin merasa akan lebih nyaman bagi mereka semua pindah ke dalam dari pada tetap berada di depan pintu masuk seperti ini. Su Bin juga bisa menyuguhi mereka dengan makanan dan minuman. Baik Keita atau pun Chihaya dan juga dirinya belum mengisi perut mereka karena rencana ini. “Apa ada yang kamu inginkan Keita?” tanya Su Bin masih merasa canggung satu sama lain. Keita melihat ke arah kakaknya saat ditawari Su Bin ingin makan hidangan apa. Mungkin saja Keita punya sesuatu yang sangat diinginkannya, ingin disantap tapi tidak bisa selama ini. Chihaya memberi isyarat anggukan kepala lemah pada Keita untuk jangan ragu mengatakan apa pun yang ia inginkan jika memang ada. Karena Chihaya juga berhasrat melakukan semua, memberikan apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN